Kamis, 04 Februari 2021

KEKOSONGAN

 


            Pernakah Kalian Di hidup kalian merasa kosong ? Merasa sendiri di dunia yang luas ini merasa tidak memiliki siapa-siapa, merasa tidak memiliki tempat pergi dikala membutuhkan sesorang. Apakah itu semua siklus hidup yang terjadi pada setiap manusia atau hanya untuk beberapa orang saja yang terpinggirkan oleh dunia?. Merasa memiliki teman sangat dekat tetapi teman yang kita anggap sangat dekat tidak menggap kita sebaliknya, Berusaha menjaga komunikasi dengan teman yang sudah lama tidak bertemu tetapi ia tak mau terus berkomunikasi dengan kita, dulu meiliki tempat bercerita walaupun kita orang yang tertutup tetapi saya bisa terbuka dengan nya, tetapi orang itu pergi ingin menjaga jarak dari kita. Usaha untuk selalu menolong teman seakan hanya angin berlalu yang tidak pernah terjadi, bukanya ingin di kenang atau di puja tetapi hanya ingin di anggap oleh mereka kalua saya ada disini, saya tahu saya bukanlah orang yang populer dan juga tidak tampan yang dipuja puja oleh kaum hawa tapi saya juga ada disini sendirian dan merasa kesepian. Ya sudah lah mungkin hanya saya yang terlalu mengaggap kalian melebihi kalian menganggap saya jadi saya terlalu berekspetasi lebih dengan kalian.

            Kenapa setiap orang selalu melihat orang dari luarnya saja walapun diluar terlihat bahagia dan tertawa paling keras sebenarnya saya juga kadang bisa merasa sedih dengan masalah yang tidak bisa diceritakan kebanyak orang, jadi saya hanyabisa tertawa dan bertingkah konyol untuk menghibur semuanya.

Rabu, 13 Mei 2020

Jokes

Oke di sini gua cuma pengen meluangakan tentang keresehan gua tentang bercanda di jaman sekarang, entah kenapa gua merasa membuat jokes di indonesia ini sangat sulit terutama di jaman sekarang, kenapa ? Karena jokes di paksa hanya satu arah hanya menurut orang tertentu lucu tapi menurut orang lain itu melanggar batas dan sampai saat ini batas nya belum jelas dimana. 
    Saya mulai dari 3 raksasa social media saat ini twitter, instagram dan facebook. Banyak orang seperti mengelompokan mereka seperti anak twiiter,anak instagram,anak facebook dan memang saya akui saya merasa jokes mereka memiliki irama atau frekuensi yang berbeda tapi saya mulai merasa salah ketika mereka membuat jokes seperti satu kotak jokes dalam arti jika jokes yang lain tidak se frekuensi atau tidak lucu bagi mereka, mereka akan mencela nya mebuat seakan akan itu salah, seakan akan mereka adalah orang yang menentukan jokes itu seharusnya tidak seperti itu. Saya mengambil contoh beberapa jokes yang di buat di satu media social lalu di sebar ke media social lain lalu mereka di hujat seakan akan itu salah seakan akan mereka tuhan nya jokes. Ada salah satu jokes di facebook yang memperlihatkan orang dengan gaji 20 juta tetapi seperti minta bantuan pemerintah karena terdampak pandemic covid-19 sekarang. mungkin yang belum tau harus di nyari dulu. Lalu di share di twitter tebak apa yang terjadi ? Banyak yang memghujat, mencela tapi membuat thread seakan akan itu salah padahal bisa jadi itu hanya sarkasme hanya melebih lebih kan kata katanya tapi entah mereka tau atau tidak padahal itu salah satu teknik berkomedi "sarkasme" banyak komedian yang menggunakan ini terlepas kita tidak tau itu benar atau salah tapi kenapa tidak mengaggap itu sebagai sarkasme sebagai cara untuk melucu. Lalu anak twitter bilang "tapi itu gak bener becanda tuh gak harus kayak gitu" lalu anak facebook bilang "yaella baperan banget" oke kita kecontoh lain jokes yang sangat di sukai anak twitter tentang agama, apapun agama nya seperti yang terkenal di twiiter willy,  disini saya bukan nya tidak menyukai dia saya pribadi suka dengan jokesnya. dia membuat jokes lalu banyak warga twitter tertawa oke lalu di share ke media social lain seperti facebook atau instagram lalu apa yang terjadi ? Banyak orang keberatan dengan bercanda seperti itu lalu berkata "tapi itu gak bener becanda tuh gak harus kayak gitu" lalu anak twitter bilang "yaella baperan banget". Oke saya harap kalian sudah melihat garis besarnya, walaupun saya ragu ada yang membaca tulisan ini. Tidak semua bisa tertawa atau nyaman dengan jokes kalian dan dengan kalian tidak nyaman atau tertawa dengan jokesnya bukan berarti kalian bisa merendahkan atau menghina, membicarakan dan membully jokes tersebut. Sayangnya saya sering melihat itu, jokes lebih luas dari pada itu memangnya tidak semuanya lucu tapi tidak jika kamu tidak tertawa atau tidak nyaman bukan berarti semua orang merasakan hal yang sama begitu juga sebaliknya. Selama itu tidak merugikan orang lain saya rasa itu masih masuk batas wajar. Jangan beragaman semua orang sama dengan kalian. Jangan merasa jokes kalian yang paling benar dan yang membuat kalian tidak nyaman dan tidak lucu kalian hujat sedemikian rupa, jika tidak sependapat dengan kalian, kalian hujat apakah menghujat sudah menjadi budaya kita ? Kenapa selalu melihat dari satu sisi sedengkan masih banyak sisi lain yang sebenarnya tidak salah juga.